Latihan 1

Benar atau Salah?

[1] “Dear Pengasuh "Curhat", nama saya E, usia 24 tahun. Banyak yang ingin saya ketahui mengenai narkoba. Saya sering membaca artikel yang mengulas mengenai narkoba/napza yang sangat berbahaya. Bahayanya sudah saya lihat dengan mata kepala sendiri, waktu itu teman kuliah yang memakai putauw. Dari seorang mahasiswa gagah, cerdas, aktif menjadi kurus, pemurung, bodoh, dan pasif, sehingga napza yang saya tahu antara lain: putauw/shabu-shabu, narkotik merupakan barang setan yang sangat menghancurkan. Tetapi untuk satu narkoba yang ingin saya tanyakan adalah ganja. Untuk barang satu ini pengetahuan saya awam sekali dan menurut penjelasan yang saya dapat dari teman-teman, ganja bukan merupakan psikotropika seperti putauw, ganja berasal dari tumbuh-tumbuhan, sehingga alami dan tidak berbahaya. Ganja hanya berfungsi untuk menenangkan pikiran, memperkaya imajinasi, tidak memberikan efek-efek berbahaya seperti putauw. Benarkah? Soalnya ada teman yang sudah 14 tahun nyimeng tetap dapat beraktivitas keras (hiking, climbing) juga bekerja tanpa perubahan fisik serta tindakannya terkontrol. Mohon penjelasan. (E, Jakarta)

Putauw (PT, bedak, putih) adalah sejenis heroin dengan kadar yang lebih rendah (heroin kelas lima atau enam). Nama putauw berasal dari kata putih sesuai dengan warnanya. Putauw terdiri dari beberapa jenis, antara lain: banana dan snow white. Bentuk seperti bedak, berwarna putih dan dijual dalam bentuk paket gram atau paket gauw.

Shabu-shabu (ubas, ss, mecin) berbentuk kristal seperti gula. Beberapa jenisnya yaitu gold river, coconut dan crystal. Setelah menggunakan shabu-shabu, seseorang akan jadi bersemangat, paranoid, tidak bisa diam dan selalu gelisah, tidak ingin makan dan tidak bisa tidur. [Gambar atas]

Jawab:
[2] Dear E. Makasih ya atas surat kamu ke Curhat. Pertanyaan kamu berkaitan dengan ganja, akan kita coba diskusikan di sini. Yang jelas, kalau tidak berbahaya bagi kesehatan, ganja pasti tidak akan dilarang dan digolongkan ke dalam kelompok NAPZA. Kalau temenmu bilang ganja bisa menenangkan pikiran dan memperkaya imajinasi, sebenarnya yang terjadi adalah bahwa ganja memberikan efek fly yang sensasinya hampir sama dengan perasaan rileks (akan tetapi semu), serta menimbulkan halusinasi yang mereka pikir adalah imaginasi.

[3] Hal ini karena ganja atau Mariyuana atau Cimeng mengandung THC (Tetra Hydro Cannabinol), yaitu zat psikoaktif yang berefek halusinasi. Ganja dapat memicu gangguan psikologis, berupa hilangnya kontak dengan realita, dan mengarah ke skizofrenia. Gejala gangguan psikologis tadi ditandai dengan keyakinan berlebih bahwa dirinya merupakan perwujudan dari sesuatu. Misalnya, merasa dirinya adalah patung, pohon, bunga, asbak, dan lain sebagainya.

[4] Gejala Pemakaian Berlebih: Jantung berdebar, euforia (merasa sangat gembira tanpa sebab), halusinasi, merasa waktu berjalan dengan lambat, apatis dan cuek, mata merah, nafsu makan bertambah, serta mulut kering.

[5] Gejala Putus Zat: Banyak berkeringat, gelisah, gemetar, hilang selera makan, mual/muntah, diare terus-menerus, insomnia, paranoid, serta perilaku aneh yang lain.

[6] Risiko yang ditimbulkan dalam pemakaian jangka panjang adalah bronkhitis/infeksi paru-paru, imunitas berkurang, kemampuan membaca terganggu, ketrampilan berbicara terganggu, dll.

[7] Nah E, kita tidak perlu percaya bahwa ganja tidak berbahaya gara-gara ada orang yang "kelihatannya" masih sehat dan kuat walaupun mengonsumsi ganja udah lama. Siapa yang tahu kondisi tubuh dan mentalnya yang sebenarnya? Lebih baik bilang "enggak" ke Napza, sebelum terjadi yang enggak-enggak. Ya khan?